7 langkah penting yang harus di lakukan ketika jadi team leader sales rokok

 


Menjadi seorang Team Leader (TL) di industri rokok berarti Anda tidak lagi hanya bertanggung jawab atas performa penjualan diri sendiri, melainkan atas produktivitas, mental, dan kedisiplinan seluruh anggota tim—baik itu Sales Representative (SR), Task Force (TF), maupun Motorist.

Industri rokok bergerak sangat cepat dan penuh tekanan target harian. Sebagai pemimpin di baris depan, berikut adalah 7 langkah penting yang harus Anda lakukan agar tim Anda solid dan target wilayah tercapai:

1. Lakukan Briefing Pagi yang Efektif (Bukan Sekadar Absensi)

Briefing pagi adalah penentu energi tim sepanjang hari. Jangan gunakan waktu ini hanya untuk memarahi tim atau sekadar membaca angka target.

  • Evaluasi Singkat: Bahas pencapaian hari kemarin secara objektif. Berikan apresiasi bagi yang mencapai target, dan evaluasi kendala bagi yang belum.
  • Fokus Target Harian: Tentukan fokus produk hari ini (misalnya: fokus penetrasi produk baris kedua, atau fokus menaikkan Effective Call).
  • Bakar Semangat: Tutup briefing dengan yel-yel atau motivasi positif agar tim turun ke lapangan dengan mental pemenang, bukan mental tertekan.

2. Kuasai Joint Visit (Pendampingan Lapangan) secara Berkala

Jangan menjadi "TL Menara Gading" yang hanya duduk di kantor atau kedai kopi menunggu laporan. Anda harus tahu kondisi riil di pasar.

  • Jadwalkan Rutin: Ikutlah turun ke lapangan bersama sales Anda (ride-along). Prioritaskan mendampingi sales yang performanya sedang turun.
  • Ajarkan, Jangan Cuma Amati: Di lapangan, tunjukkan cara mengatasi penolakan toko (handling objection), cara bernegosiasi dengan grosir besar, atau cara melakukan merchandising yang benar.
  • Koreksi Setelah Kunjungan: Berikan masukan yang membangun setelah keluar dari toko, bukan menegur di depan pemilik warung.

3. Analisis Data Wilayah secara Mikro (Mapping & Routing)

Sebagai pemimpin, Anda harus tajam dalam melihat data pergerakan barang di area kekuasaan Anda.

  • Pantau Call Plan & GPS: Pastikan semua sales mematuhi rute kunjungan (Rencana Kunjungan Mingguan/RKM). Cek apakah ada toko yang dilewati atau area yang bolong (blank spot).
  • Bedah Data Peta Kompetitor: Ketahui di area mana rokok kompetitor sedang kuat-kuatnya, dan di area mana produk Anda mendominasi. Gunakan data ini untuk menyusun strategi penetrasi atau serangan balik melalui program promosi.

4. Jaga Kepatuhan Display & Merchandising (Perang Visual)

Di industri rokok, penjualan sangat dipengaruhi oleh apa yang dilihat konsumen di warung. Tugas Anda adalah memastikan standar display perusahaan ditegakkan oleh tim.

  • Cek Ketersediaan POSM: Pastikan tim sales memasang materi promosi seperti stiker, spanduk, atau wobbler di tempat yang strategis.
  • Audit Rak Pajangan: Saat joint visit atau audit area, pastikan rokok Anda berada di eye-level (sejajar mata) dan menggunakan prinsip FIFO (stok lama di depan). Jangan biarkan slot rokok Anda diisi oleh merek kompetitor.

5. Kelola Hubungan Baik dengan Star Outlet & Grosir Utama

Meskipun sales yang memegang area tersebut, Anda sebagai Team Leader wajib dikenal dan memiliki hubungan langsung dengan pemilik grosir besar atau toko-toko kunci (Key Outlets/Star Outlets) di wilayah Anda.

  • Buka Pintu Sumbatan: Jika ada masalah pasokan, komplain rasa rokok, atau masalah program promosi yang macet di tingkat grosir, Anda harus turun tangan langsung sebagai penengah dan pemberi solusi.
  • Bangun Kepercayaan: Kehadiran seorang TL ke toko besar memberikan sinyal bahwa perusahaan sangat menghargai kemitraan dengan toko tersebut.

6. Jaga Ritme Mental dan Motivasi Tim (Kelola Konflik)

Tekanan target harian di industri rokok sangat rentan memicu stres, kejenuhan, atau bahkan gesekan antar-sales (misalnya rebutan wilayah atau klaim omset).

  • Jadilah Pendengar: Sediakan waktu untuk mengobrol santai di luar jam kerja. Terkadang sales hanya butuh didengar keluh kesahnya tentang susahnya medan di lapangan.
  • Adil dalam Membagi Wilayah: Pastikan pembagian porsi wilayah (toko gemuk vs toko kurus) dilakukan secara adil dan transparan agar tidak ada kecemburuan sosial di dalam tim.

7. Lakukan Review Sore & Evaluasi Berbasis Solusi

Ketika tim kembali ke depo/kantor di sore hari, lakukan evaluasi singkat berbasis data, bukan berbasis emosi.

  • Bandingkan Target vs Aktual: Cek pencapaian Drop Size, Effective Call (EC), dan total penjualan hari itu.
  • Cari Solusi Bersama: Jika target tidak tercapai karena alasan eksternal (misalnya: kompetitor sedang sebar potongan harga besar-besaran), catat data tersebut untuk dilaporkan ke Area Sales Manager (ASM) guna mengajukan program tandingan. Jangan biarkan sales pulang membawa rasa frustrasi tanpa tahu apa yang harus diperbaiki esok hari.

Prinsip Utama TL: Keberhasilan seorang Team Leader tidak lagi diukur dari seberapa hebat Anda berjualan sendiri, melainkan dari seberapa mampu Anda membuat sales yang paling standar sekalipun di dalam tim Anda menjadi seorang closer (penjual) yang hebat.

 

0 Comments:

Posting Komentar